Xi Jinping Bolehkan Warga China Punya 3 Anak, Mengandung Diongkos!

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan China menukar kebijakan kependudukan secara tajam. Kebijakan satu anak cukup yang diberlakukan sejak 1979 diubah menjadi tiga bani lebih baik.

“Kebijakan ini akan didukung oleh berbagai upaya yang akan kondusif bagi struktur populasi negara dan mengatasi masalah populasi yang menua, ” tulis kantor informasi Xinhua berdasarkan hasil kerap Politbiro Partai Komunis China yang dipimpin oleh Pemimpin Xi Jinping.

Lebih lanjut kebijakan ini disebut akan mencakup langkah-langkah pendukung “yang kondusif untuk meningkatkan struktur penduduk negara kami, ” kata biro berita resmi Xinhua.


Tetapi kebijakan ini mulai memotong pertanyaan di masyarakat khususnya netizen di media baik di China. Publik China mulai mempertimbangkan masalah kos yang akan dikeluarkan jika memiliki tiga anak.

“Saya tidak begitu mengerti. Apa arti sebab tindakan ini? ” tanya seorang pengguna Weibo dalam sebuah postingan yang menyambut lebih dari 128 seperseribu likes.

Para-para pengguna medsos mulai mengambil tingginya biaya membesarkan anak-anak di perkotaan China, dalam mana perumahan bisa mahal dan anak-anak menjalani pelajaran privat selain sekolah ijmal di tengah sistem pelajaran yang sangat kompetitif, sebagai penghalang untuk memiliki anak.

Sementara tersebut perempuan di China telah menghadapi kesenjangan gender dengan semakin lebar dalam hal partisipasi dan pendapatan tenaga kerja serta telah menanggung bagian yang semakin tumbuh dari tugas pengasuhan budak.

“Wanita yang bekerja di kota-kota mulia akan semakin didiskriminasi, & akan lebih sulit bagi wanita di atas piawai 30-an untuk mencari pekerjaan, ” kata pengguna Weibo lainnya.

Sejak sensus nasional yang dilaporkan 11 Mei lalu, pertumbuhan tingkat penduduk tahunan China rata-rata adalah 0, 53% selama 10 tahun belakang. Ini turun dari level pertumbuhan tahunan rata-rata 0, 57% antara tahun 2000 dan 2010. Pada satu November 2020, populasi China mencapai 1, 41 miliar orang.

Angka kelahiran China terus menghunjam sejak 2017. Meskipun Beijing melonggarkan “kebijakan satu anak” beberapa tahun lalu untuk mencegah krisis demografis di sana, angka kelahiran tak kunjung naik.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood