Wujud Orang Kaya ‘BU’, Mobil sampai Rumah Dijual-jualin

Jakarta, CNBC Indonesia – Di masa pandemi Covid-19 banyak kalangan orang makmur yang rela menjual aktiva berharga mereka seperti kendaraan, rumah pribadi, hingga anglung. Semua dilakukan untuk bertahan dari dampak pandemi dengan berkepanjangan.

Petunjuk dilakukannya penjualan aset tersebut antara lain bisnis terimbas dari pandemi hingga besarnya pajak yang mesti dibayar, padahal mobilitas saat ini sudah semakin terbatas. Menjajakan unit menjadi jalan muncul agar mendapat dana anyar tanpa lagi menanggung beban.

Di kaum grup platform media baik, sudah banyak yang melego kendaraan mewah. Misalnya di grup Facebook dijual Mercedes-Benz SLK-Class 230 Kompresor Cabriolet 2001 yang harganya dibanderol Rp 365 juta secara pilihan nego.

Ada juga yang menjual BMW 320i F30 Sport 2014 harga Rp 355 juta. Jarak tempuh baru 29 ribu miles. Penjual mengklaim tidak pernah crash atau terkena banjir dan history service resmi sempurna.

“Plat B (Lokasi: Jakarta / Bandung), pajak panjang bulan Maret 2022, perakitan 2013, faktur registrasi 2014, pemakaian pribadi, ” tulis Rouven Syl.

Mobil asal Jerman ini terpantau menjadi salah satu yang paling penuh dilego di marketplace. Pegari juga nama BMW E60 series 5 /520i tahun 2005. Penjual berasal dari Depok, dengan jarak bangun mencapai lebih dari 145 ribu Km, Ia menganjurkan harga jual Rp 125 juta.

Motor komunitas otomotif Munawar Chalil yang juga Group Editor in Chief Carvaganza zaman ini sering mendapati penawaran semacam ini di grup-grup komunitas dan media sosial.

Ia mempertunjukkan pengalamannya, ada yang menjual Mercy S Class, daripada harga normal Rp 500 juta, tapi bisa dicopot oleh penjual ‘hanya’ Rp 350 juta karena pedagang butuh uang.

Di segmen roda besar, moge Harley Davidson saat ini bisa murah 20% daripada harga pasaran bahkan mampu lebih murah lagi. Misalnya ada yang menjual moge Rp 400 juta, padahal harga pasaran sampai Rp 600 juta. Artinya ada penjual yang sampai banting harga turun Rp 200 juta, asal segera dibeli mogenya.

Dia mengatakan, alasan para orang kaya menjual aset moge mereka karena mengurangi barang bawaan pengeluaran di masa pandemi, selain butuh uang tentunya.

“Ada pula sebelum mereka jual, awalnya nggak bayar pajak zaman, tahu kan pajak moge nggak ada yang gampang. Ternyata sudah 2 kala nggak bayar pajak, lalu ngapain juga tahan-tahan, daripada nongkrong di garasi, lumayan jual aja. Jadi tersedia yang memang BU serta melepaskan beban pajak, ” katanya.

Halaman Selanjutnya > > Rumah-Vila Dijual Murah


Author Image
Carl Wood