Terungkap! Ternyata Segede Ini GANDAR Sokong Dana ke Israel

Jakarta, CNBC  Indonesia – Presiden GANDAR Joe Biden menghadapi perkara dari beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat, golongan pendukungnya, beberapa waktu berserakan tentang jumlah bantuan dengan dikirim AS ke Israel sejauh ini.

Dilansir BBC, Senator Bernie Sanders mengatakan AS harus “memperhatikan dengan seksama” dengan jalan apa uang dari AS dibelanjakan oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Jadi apa yang didapat Israel dan buat apa dana dari AS digunakan?


Lantas berapa banyak sandaran yang diberikan AS?

Berikut ulasan dengan dikutip dari BBC, Sabtu ini (12/6/2021).

Foto: Bantuan AS ke Israel/BBC
Bantuan AS ke Israel/BBC

Pada tahun 2020, AS memberikan US$ 3, 8 miliar atau sama dengan Rp 53 triliun (kurs Rp 14. 000/US$) bantuan ke Israel, itu menjadi bagian dari pendanaan jangka panjang, komitmen tahunan yang dibuat di bawah pemerintahan sebelumnya, Presiden Barack Obama.

Hampir semua bantuan ini untuk bantuan militer.

Dukungan ini datang sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani oleh mantan Presiden AS,   Barack Obama pada tahun 2016 untuk paket keseluruhan bantuan militer senilai US$ 38 miliar atau Rp 532 triliun selama dekade 2017-2028.

Jumlah bantuan ini naik sekitar 6% (disesuaikan dengan inflasi) dari kewajiban belanja untuk dekade sebelumnya.

Selain itu, tahun awut-awutan AS memberikan dana senilai US$ 5 juta ataupun Rp 70 miliar untuk  memberikan pemukiman bagi para-para migran di Israel. Negara ini memiliki kebijakan lama untuk menerima orang Yahudi dari luar sebagai warga negara.

Dengan jalan apa Israel menggunakan uang AS?

Selama bertahun-tahun, bantuan AS telah membangun Israel mengembangkan salah satu militer paling maju di dunia, dengan dana dengan memungkinkan mereka untuk mengambil peralatan militer canggih dibanding AS.

Misalnya, Israel telah membeli 50 pesawat tempur F-35, dengan dapat digunakan untuk serangan rudal (27 pesawat sekitar ini telah dikirim), dengan biaya masing-masing sekitar US$ 100 juta atau Rp 1, 4 triliun.

Tahun lalu Israel juga membeli delapan pesawat KC-46A Boeing ‘Pegasus’ dengan harga sekitar US$ 2, 4 miliar atau Rp 34 triliun. Ini mampu mengisi bahan bakar pesawat seperti F-35 di udara.

Dari US$ 3, 8 miliar atau Rp 53 triliun yang diberikan kepada Israel dalam tahun 2020, sebesar US$ 500 juta atau Rp 7 triliun  dialokasikan  untuk pertahanan rudal, termasuk investasi di Iron Dome Israel dan sistem lain yang dapat mencegat roket dengan terdeteksi masuk.

Sejak 2011, AS sudah menyumbangkan total US$ 1, 6 miliar atau Rp 22 triliun untuk pola pertahanan Iron Dome.

Selain itu, Israel telah menghabiskan jutaan dolar untuk berkolaborasi dengan GANDAR dalam mengembangkan teknologi tentara, seperti sistem untuk membaca terowongan bawah tanah dengan digunakan untuk menyusup ke Israel.

Pemerintah Israel berinvestasi besar-besaran dalam peralatan dan pelatihan militer, menggunakan bantuan itu sebagai kompensasi karena lebih mungil daripada banyak kekuatan regional lainnya.

Mengapa AS memberi Israel sejenis banyak bantuan?

Ada sejumlah alasan mengapa AS memberikan begitu banyak bantuan kepada Israel, termasuk komitmen bersejarah sejak pertolongan AS untuk pembentukan negara Yahudi pada tahun 1948.

Selain tersebut, Israel dipandang oleh AS sebagai sekutu penting pada Timur Tengah, dengan arah bersama dan komitmen berhubungan terhadap nilai-nilai demokrasi.

Layanan Penelitian Konvensi AS ( The US Congressional Research Service) menilai bahwa b antuan luar negeri AS telah menjadi komponen pokok dalam memperkuat dan menguatkan ikatan hubungan AS-Israel ini.

“Para pejabat AS dan banyak bagian parlemen telah lama menganggap Israel sebagai mitra istimewa di kawasan itu. ”

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)

Author Image
Carl Wood