Terungkap! China Ternyata Sudah Vaksin Massal Sejak Juli

Terungkap! China Ternyata Sudah Vaksin Massal Sejak Juli

Jakarta, CNBC Indonesia – China mengklaim menjadi negara pertama yang meluncurkan vaksin eksperimental malware corona untuk publik pada akhir Juli lalu, dengan memberikannya kepada kelompok berisiko tinggi.

Melalui siaran TV pemerintah, Zheng Zhongwei, kepala program pengembangan vaksin virus corona China, mengatakan bahwa mereka mulai memberi dosis vaksin eksperimental Sinopharm kepada beberapa pekerja medis dan pegawai perusahaan negara di bawah protokol “penggunaan mendesak” pada 22 Juli.

Ini terjadi sebulan setelah pemerintah China mulai memberikan pasukan militer dengan vaksin eksperimental.


Zhongwei menyatakan pihak berwenang sedang mempertimbangkan untuk memperluas pemberian vaksin pada musim gugur ini ke karyawan pasar makanan, sistem transportasi, dan industri jasa.

“Untuk mencegah penyebaran penyakit di musim gugur serta musim dingin, kami sedang mempertimbangkan perluasan program yang sedang. Tujuannya adalah untuk membangun penghalang kekebalan di antara kelompok-kelompok khusus di dalam populasi, ” kata Zhongwei dalam Sabtu (19/9/2020), dikutip dari The Washington Post.

Di China, kepala Pusat Pengendalian lalu Pencegahan Penyakit negara dan eksekutif terkemuka telah mengumumkan bahwa mereka telah menerima dosis eksperimental dari vaksin Covid-19 tersebut.

Namun pengumuman peluncuran vaksin kepada publik selama sebulan penuh itu menimbulkan banyak pertanyaan. Ada spekulasi jika China sengaja meluncurkan vaksin diam-diam, agar jika ada efek samping yang parah, hal tersebut akan lebih mudah diatasi.

Tetapi pejabat kesehatan Cina mengatakan hanya ada beberapa jamaah, yang diberi vaksin eksperimental, melaporkan efek samping, namun tak wujud yang melaporkan demam sejauh ini. Pihak China sendiri tidak menyebutkan berapa banyak orang yang telah menerima vaksin uji coba tersebut.

Selama ini, cara persetujuan standar untuk vaksin baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan memerlukan pengamatan pasien dalam jumlah tidak kecil dari waktu ke waktu tuk memastikan keamanan dan kemanjuran vaksin tersebut.

Peluncuran vaksin eksperimental China ini sendiri muncul tiga minggu lebih awal daripada vaksin Sputnik V milik Rusia yang awalnya digadang-gadang menjadi vaksin pertama yang muncul di dunia.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood