Tanda Baru, Keluarga Karyawan yang Tepat Covid Gugat Kantor

Tanda Baru, Keluarga Karyawan yang Tepat Covid Gugat Kantor

Jakarta, CNBC Indonesia –  Perusahaan di Amerika Serikat (AS) menghadapi ancaman “denda” senilai miliaran dolar jika karyawannya yang diminta bekerja ke kantor pada tengah pandemi Covid-19, terpapar penyakit dan menularkannya ke keluarga itu di rumah.

Intimidasi pembayaran ganti rugi miliaran dolar untuk kasus “yang dibawa pulang” seperti itu pernah diajukan sebab anak perempuan Esperanza Ugalde daripada Illinois, AS. Wanita tersebut menuntut pabrik pemrosesan daging, Aurora Packing Co, tempat ayahnya, Ricardo Ugalde, bekerja.

Tuntutan diajukan karena ayahnya dibiarkan tetap bekerja pada bulan April saat Aurora Packing Co mengetahui ada pagebluk virus corona di fasilitasnya serta membiarkan virus tersebut menyebar ke ayahnya dan menulari ibunya dalam rumah, hingga si ibu wafat dunia. Tuntutan juga diajukan karena perusahaan dianggap gagal memperingatkan karyawan atau mengadopsi tindakan pencegahan infeksi.


Menanggapi kasus ini, pengacara buruh serta ketenagakerjaan Tom Gies dari Crowell & Moring, memperingatkan bahwa kasus-kasus sejenis berpotensi sangat merugikan kongsi yang terlibat.

“Bisnis harus sangat memperhatikan kasus itu, ” kata Gies, mengutip Reuters, Senin (28/9/2020).

Menurut laporan, dari sekitar 200. 000 janji akibat Covid-19 di AS, sebesar 7% sampai 9% di antaranya diyakini berasal dari infeksi dengan dibawa pulang oleh para pekerja ke orang-orang tercinta mereka dalam rumah.

Tuntutan kaidah semacam itu dapat merugikan bisnis hingga US$ 21 miliar (sekitar Rp 294 triliun) jika total kematian orang Amerika akibat Covid-19 mencapai 300. 000, menurut Praedicat, sebuah perusahaan yang mengevaluasi efek untuk asuransi yang dipicu gugatan pekerja.

Perhitungan itu didasarkan pada ringkasan kasus terburuk, kata Rob Reville, kepala eksekutif Praedicat. Ia pula mengatakan bahwa biaya perkara jadi jauh lebih murah, tergantung dalam bagaimana hakim memandang tuntutan dasar tersebut.

AS zaman ini memiliki 7. 322. 405 kasus corona secara nasional. Daripada total itu, 209. 470  meninggal dunia dan 4. 560. 771 sembuh, menurut Worldometers.

[Gambas:Video CNBC]

[Gambas:Video CNBC]
(res/res)

Author Image
Carl Wood