Takut, RI Tak Punya Stok BBM Nasional, Simak Faktanya

Takut, RI Tak Punya Stok BBM Nasional, Simak Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan hingga saat ini Nusantara belum memiliki cadangan bahan mengobarkan minyak (BBM) nasional, padahal telah direncanakan sejak 17 tahun berserakan. Sedangkan cadangan BBM yang ada saat ini hanyalah cadangan operasional yang dimiliki badan usaha niaga BBM seperti milik PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, Total Oil Indonesia, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa zaman Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (15/09/2020).

Ifan, sapaan akrabya, mengatakan beberapa tahun berserakan rencana cadangan BBM nasional tahu diusulkan kembali dan ditargetkan mampu dicadangkan untuk periode 30 keadaan. Namun sampai saat ini peristiwa itu pun belum terealisasi. Untuk itu, dia pun memberikan petunjuk agar perlu adanya Keputusan Menteri untuk mengatur perihal cadangan BBM nasional ini, sehingga rencana tersebut bisa segera terwujud.


Kondisi di Indonesia ini betul berbeda dengan standar di Eropa yang menurutnya sudah memiliki cadangan BBM untuk tiga bulan atau 90 hari.

Bila cadangan BBM nasional jelas-jelas tidak ada, lantas bagaimana dengan cadangan operasional BBM dengan dimiliki badan usaha selama ini? Apakah angkanya bisa menyamai cadangan BBM nasional di Eropa tersebut?

Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan cadangan operasional BBM yang dimiliki badan jalan niaga BBM selama ini beraneka macam. Namun menurutnya masih ada institusi usaha yang hanya menyediakan persediaan BBM di bawah tujuh hari. Hal ini dihitung saat kondisi normal, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

“Sangat bervariasi (cadangan operasional BBM), ada yang kurang dari tujuh hari dan ada juga yang lebih dari 14 hari. Itu kondisi normal ya, bukan dalam pandemi Covid-19, ” jelasnya singkat kepada CNBC Indonesia pada Jumat (18/09/2020).

Data stok operasional BBM institusi usaha niaga tersebut rata-rata benar masih jauh di bawah simpanan BBM yang dimiliki PT Pertamina (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas bumi. Tahun lalu pra adanya pandemi Covid-19, Pertamina tahu mengungkapkan bahwa stok BBM perseroan rata-rata berkisar selama 21 hari, seperti stok bensin merek Premi bisa untuk 21 hari, Pertamax 22 hari, LPG 17 hari, dan avtur bisa untuk 46 hari.

Namun, saat awal Covid-19 terjadi, pada pertengahan April 2020 Pertamina mengungkapkan stok BBM saat itu melonjak, menyentuh sekitar 30-an hari untuk petrol dan bahkan lebih dari 90 hari untuk avtur.

Secara rinci stok Premium di awal April bisa tersedia untuk 35 hari (1, 48 juta kl), Pertamax 41 hari (1, 2 juta kl), Solar 33 hari (2, 05 juta kl), Avtur 91 hari (514. 788 kl), Pertamina Dex 77 keadaan (78. 631 kl), dan LPG 16 hari (347. 779 kl).

[Gambas:Video CNBC]
(wia)

Author Image
Carl Wood