Tak Tahan Corona, Virgin Atlantic mau Pangkas 3. 000 Pekerja

Tak Tahan Corona, Virgin Atlantic mau Pangkas 3. 000 Pekerja

Jakarta, CNBC Indonesia – Maskapai penerbangan Inggris milik konglomerat Richard Branson,   Virgin Atlantic akhirnya melakukan langkah dramatis dari persoalan pelik perusahaan kelanjutan pandemi corona. Perseroan akan memangkas 3. 000 pekerja yang adalah sepertiga  dari staf.

Begitu pengumuman yang disampaikan pada Selasa (5/5) terhadap ‘tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya’ menimpa kongsi, seperti dikutip dari AFP .

Seperti diketahui pandemi corona sudah memukul banyak maskapai penerbangan pada seluruh dunia, setidaknya selama dua bulan terakhir.



Pihak Virgin Atlantic menegaskan bahwa langkah pemangkasan pekerja hingga 3. 000 orang sebagai upaya tentu menjaga kondisi keuangan. Mereka biar sudah menyampaikan ke pemerintah perkara potensi bantuan.

Sebelumnya  Richard Branson  dan pemilik maskapai Virgin Atlantic,   mengatakan ia memerlukan pinjaman dari pemerintah Inggris berperan membantu bisnis penerbangannya agar aman dari krisis pandemi virus corona.

Dalam sebuah tulisan kepada karyawannya yang diterbitkan Senin (20/4/2020), Branson mengatakan bahwa Virgin Atlantic akan melakukan apapun buat bertahan hidup selama pandemi.

“Namun kami memerlukan sokongan pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian yang parah seputar bisnis penerbangan keadaan ini dan tidak tahu berapa lama pesawat akan tetap dalam grounded, ” tulisnya dalam tulisan yang  dikutip CNBC International, Selasa (21/4/2020).

Virgin Atlantic ialah maskapai yang berbasis di Inggris, di mana 51% saham dimiliki Branson’s Virgin dan 49% lain adalah saham Delta dari AS. Branson mengatakan saat ini adalah waktu paling menantang dalam pekerjaan perusahaannya.  

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood