PTBA Sebut PLTU Rp 24 T Bakal Beroperasi Maret 2022

Jakarta, CNBC Indonesia kepala PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 8 mulai beroperasi sempurna secara komersial pada Maret 2022.

Penasihat Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan, sampai era ini progres pembangunan PLTU Sumsel 8 sudah menyentuh 75, 6%.

PLTU berkapasitas sebesar 2 x 620 mega watt (MW) ini merupakan arah dari proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$ 1, 68 miliar atau sekitar Rp 24, 4 triliun (asumsi kurs Rp 14. 500 per US$).


“Saat ini PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 mencapai penyelesaian proyek sejumlah 75, 6%. Pembangkit elektrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial dalam Maret 2022, ” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (30/04/2021).

Proyek PLTU ini merupakan periode dari proyek 35. 000 MW dan dibangun sebab PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai pengembang elektrik (Independent Power Producer/ IPP).

PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Proyek PLTU ini nantinya membutuhkan 5, 4 juta ton batu bara per tahun.

Sampai dengan kuartal I 2021 produksi tekak bara PTBA mencapai 4, 5 juta ton secara penjualan sebanyak 5, 9 juta ton.

Adapun volume produksi tahun ini ditargetkan naik menjelma 29, 5 juta ton dari 24, 8 juta ton pada 2020. Perseroan juga menargetkan kenaikan pemasaran batu bara dari 26, 1 juta ton di dalam tahun 2020 menjadi 30, 7 juta ton di tahun 2021.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)

Author Image
Carl Wood