Persediaan Asing Masuk Rp 1, 5 T, IHSG Menguat Nyaris 2%

Persediaan Asing Masuk Rp 1, 5 T, IHSG Menguat Nyaris 2%

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (3/6/20) ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1, 93% ke level 4. 941, 06. Kendati IHSG gagal menembus kelas psikologisnya di angka 5. 000 setelah kenaikan IHSG berhenti pada titik tertingginya di angka 4960, 07 atau naik 2, 33%.

Total transaksi hari ini menyentuh Rp 12, 8 triliun, dengan 258 saham bergerak terangkat, 150 saham turun, dan sisanya 156 tidak berubah.

Risk appetite investor asing nampaknya sudah kembali, investor asing kembali mencatatkan ulah beli bersih sebanyak Rp 1, 51 triliun di pasar reguler hari ini. Saham yang menyesatkan banyak dibeli asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebanyak Rp 963 miliar.



Reli panjang IHSG hari dalam 2 pekan terakhir ini masih dipicu oleh optimisme para pelaku pasar akan diputarnya kembali perekonomian Nusantara dan banyak negara-negara lain pada berbagai belahan dunia. Dengan dibukanya kembali perekonomian, perusahaan-perusahaan yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat kembali beroperasi.

Pura saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang menjadi barometer ataupun acuan bursa saham global dalam penutupan perdagangan Selasa kemarin sendiri ditutup di zona hijau.

Indeks Dow Jones menguat satu, 05%, S& P 500 serupa naik 0, 82%, sementara Nasdaq menanjak sebesar 0, 59%.

“Pasar merupakan sebuah metode melihat ke depan. 3 bulan dari sekarang, atau 9 kamar dari sekarang semua akan terarah. Perekonomian akan kembali, pendapatan serupa pulih” kata Steven DeSanctis, terampil strategi saham di Jefferies.

Sedangkan kabar terbaru menghantam tensi Beijing-Washington, China dilaporkan memerintahkan importir di negara itu beristirahat membeli produk pertanian dan keturunan asal Amerika Serikat (AS). Makin tak main-main, ada empat produk yang disetop, yakni kedelai, jagung, kapas dan juga daging sekalor.

Khusus kedelai perut BUMN yakni  Cofco dan Sinograin sudah diminta untuk menghentikan impor. Sementara khusus daging babi, China membatalkan 10 hingga 20 seperseribu ton pengiriman dari perusahaan negeri.

Dikutip dari CNBC International, Selasa (2/6/2020), ini ialah balasan China atas perlakuan GANDAR ke Hong Kong. Mengutip suatu sumber, China dikatakan akan membatalkan lebih banyak impor jika AS terus mengambil kebijakan yang menggempur negeri itu.

“China telah meminta perusahaan-perusahaan negara periode utama untuk menangguhkan pembelian besar-besaran produk pertanian AS yang besar seperti kedelai dan babi, jadi tanggapan atas reaksi AS ke Hong Kong, ” kata sumber yang menolak disebut namanya karena sensitivitas isu.

Indeks kontrak berjangka (futures) Dow Jones di AS, Dow Futures selalu terpantau mengalami penguatan sebesar 0, 46%.

Sedangkan bursa Asia mayoritas hijau, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong naik sebesar 1, 37%, Nikkei dalam Jepang terapresiasi sebesar 1, 29%, sedangkan STI Singapore terbang sebesar 3, 03%.

TIM RISET CNBC INDONESIA (trp/hps)

Author Image
Carl Wood