Pengusaha: New Normal Tambah Biaya, Timing Harus Pas!

Pengusaha: New Normal Tambah Biaya, Timing Harus Pas!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menerima positif rencana pemerintah yang bakal menerapkan skema new normal. Namun, yang penting adalah pemilihan masa yang tepat.

Langkah itu dinilai tepat karena memberikan bagian gerak bagi pelaku usaha buat menggerakkan kembali roda usahanya. Apalagi, perusahaan sudah mengeluarkan banyak imbalan demi perlengkapan protokol Covid-19.

“New normal memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk bekerja maju. Sebab, selama ini adat Covid-19 ternyata menambah cost bagi kongsi, ” ujar Rosan ketika menampung menerima kunjungan anggota Dewan Peserta Rakyat (DPR) dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).



Biar demikian, ia menyebut pengusaha pasti akan mengikuti protokol yang ditetapkan oleh pemerintah. pihaknya akan menangani hak-hak dasar kesehatan pekerja dan mendukung keberlangsungan produktivitas pekerja pada berbagai sektor di tengah pandemi.

“Untuk new normal tersebut kami dari dunia usaha tetap akan melakukan persiapan, menerapkan aturan kesehatan dengan baik dan peraturan di berbagai sektor, ” membuka Rosan.

Dia meminta, sebelumnya Kadin juga telah menyelenggarakan kajian-kajian dan evaluasi secara global agar dunia usaha turut bersiap menghadapi situasi baik pada saat pandemi berlangsung dengan mengeluarkan arahan penanganan dan pencegahan Covid-19 dalam dunia usaha.

“Yang perlu diwaspadai adalah timing masa new normal ini, dilihat juga posisi dari kesehatan itu apakah berangkat membaik dan kurvanya melandai. Status masing-masing daerah juga berbeda-beda, tersedia yang memang sudah siap atau masih belum siap menghadapi new normal. Nanti perlahan harus dikerjakan evaluasi, tahapannya seperti apa, juga kesiapan industrinya, ” kata dia.

Menurut Rosan, perekonomian dapat dibuka secara perlahan secara berdasarkan hasil evaluasi karena pengusaha juga harus melakukan adaptasi, berinovasi dan berkreativitas untuk menghadapi situasi ini. Dia mengatakan, sektor industri padat karya harus menjadi preferensi.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun, harus didorong secara perlahan agar padat karya ini menjadi prioritas terlebih awal. Padat karya harus dipastikan jadi menghadapi new normal agar dengan di-PHK angkanya bisa ditekan, ” papar Rosan

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood