Oleh sebab itu Tersangka Suap Miliaran, Eks Pemimpin BTN Langsung Ditahan

Oleh sebab itu Tersangka Suap Miliaran, Eks Pemimpin BTN Langsung Ditahan

Jakarta, CNBC Indonesia –  Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama PT Bank Simpanan Negara Tbk Maryono sebagai simpulan dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji ataupun gratifikasi yang diduga terjadi di bank pelat merah itu. Penetapan itu disampaikan oleh Kepala Tengah Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

“Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, sesuai dengan tulisan perintah penyidikan, yaitu sejak tanggal 28 Agustus 2020, maka pada malam hari ini penyidik menetapkan dua orang tersangka, yaitu masing-masing atas nama drs. HM (H Maryono) jabatannya adalah mantan direktur utama PT Bank Tabungan Negeri (Persero) periode 2012-2019. Kedua adalah tersangka atas nama YA (Yunan Anwar), yang bersangkutan adalah eksekutif PT Pelangi Putra Mandiri, ” kata Hari.

Dia menjelaskan dasar di balik peristiwa itu. Mulanya pada 2014, PT Pelangi Putra Mandiri mengajukan rekognisi ke BTN senilai Rp 117 miliar. Ternyata, menurut Hari, nilai itu bermasalah alias sudah menikmati kolektibilitas 5 alias macet.


“Ternyata diduga, dalam mas fasilitas kredit tersebut, ada perkiraan gratifikasi atau pemberian kepada simpulan atas nama HM, yang dilakukan oleh YA senilai Rp dua, 257 miliar. Caranya dengan memindahkan uang itu melalui rekening menantu dari tersangka HM, ” sebutan Hari.

“Kemudian, yang kedua, tersangka HM itu pada tahun 2013 sebagai dirut itu juga menyetujui tentang pemberian kredit kepada PT Titanium Properti senilai Rp 160 miliar. Dan diduga, dalam pemberian fasilitas kredit tersebut, pihak PT Titanium Properti memberikan uang atau gratifikasi senilai Rp 870 juta dengan cara yang sama, ditransfer ke rekening menantunya atas nama simpulan HM, ” lanjutnya.

Hari lantas menjelaskan, untuk HM, pasal sangkaan adalah Pasal 12 huruf an atau huruf b atau pasal 5 ayat 2 jo ayat 1 huruf seragam atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tarikh 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sedangkan terhadap simpulan YA, disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf an atau tulisan atau pasal 13 UU Bagian 31/1999 sebagaimana diubah dengan UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tipikor.

“Pada hari ini juga, penyidik bakal melakukan penahanan terhadap dua karakter tersangka tersebut yang akan dilakukan di rumah tahanan Guntur. Sehingga, pada hari ini, yang terlibat dilakukan penahanan rutan. Saya kira itu yang bisa kami sampaikan, ” kata Hari.

[Gambas:Video CNBC]
(miq)

Author Image
Carl Wood