Nyaman Dagang AS-China Diyakini Aman, Dow Jones Dibuka Naik

Nyaman Dagang AS-China Diyakini Aman, Dow Jones Dibuka Naik

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Pasar uang saham Amerika Serikat (AS) bangkit pada pembukaan perdagangan Selasa (23/6/2020), setelah penasehat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengklarifikasi pernyataannya mengenai telah bubarnya kesepakatan dagang AS-China.

Indeks Dow Jones Industrial Average lompat 237 poin (+0, 5%) dalam pembukaan pukul 08: 30 periode setempat (21: 30 WIB), & 10 menit kemudian bertambah menjadi 289, 95 poin (+1, 11%) ke 26. 314, 91. Ruang Nasdaq naik 91, 9 poin (+0, 91%) ke 10. 148, 37 dan S& P 500 tumbuh 30, 72 poin (+0, 99%) ke 3. 148, 58.

Saham Apple menjadi saham dengan kinerja terbaik, menguat 1% pada awal dan langsung menyentuh rekor tertingginya. Saham-saham perbankan juga menguat, antara lain saham JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America yang melesat 1, 5%.


Navarro bilang bahwa pernyataannya itu “dicuplik di luar konteks” dan tidak ada kaitannya dengan kesepakatan dagang AS-China fase I.   Presiden AS Donald Trump dalam cuitannya mengatakan bahwa kesepakatan dagang kedua negara masih berjalan.

“Saya cuma bicara mengenai berkurangnya kepercayaan kita terhadap Partai Komunis China sesudah mereka berbohong tentang asal virus China dan berujung pada pandemi seluruh dunia, ” tuturnya sama dengan dikutip CNBC International .

Dalam wawancara dengan Fox News , Navarro mengatakan “titik balik” hubungan dengan China terjadi ketika AS mendengar tentang epidemi. Dia mengklaim bahwa Gedung Suci baru mendengar soal virus itu setelah kesepakatan dagang fase 1 diteken pada 15 Januari.   Sebelum klarifikasi tersebut menyembul, Dow Futures sempat anjlok 400 pon.  

Pandemi Covid-19 masih menjadi menggubris utama investor setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengadukan 183. 000 kasus baru di sehari. Kenaikan itu terjadi pada beberapa negara, dan WHO mendiamkan dugaan bahwa kenaikan itu semata karena meningkatnya tes.

“Meski berdekatan dengan kenaikan kasus COvid-19 pada atas angka 30. 000 simpulan pekan lalu dan berlanjutnya laporan mengenai titik penyebaran, bursa siap mencatatkan penguatan, ” tutur Kepala Perencana Investasi Leuthold Group Jim Paulsen, kepada CNBC International .

Di AS sendiri, pada Minggu dilaporkan ada 36. 000 angka baru, setelah di Jumat dan Sabtu melaporkan 30. 000 kasus baru. Gubernur Texas Greg Abbott pada Senin mengimplementasikan jumpa pers dan mengatakan bahwa virus corona menyebar dengan level yang “tak bisa ditolerir. ”

Namun demikian, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow kepada CNBC International mengatakan bahwa tak ada aliran kedua dan pihaknya bakal memuluskan paket stimulus tambahan pada akhir bulan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

(ags/ags)

Author Image
Carl Wood