Mood Investor Membaik, Rupiah Bakal Menggebrak Hari Ini

Mood Investor Membaik, Rupiah Bakal Menggebrak Hari Ini

Jakarta, CNBC Indonesia –  Nilai tukar rupiah menyurut 0, 14% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14. 100/US$ pada perdagangan Kamis kemarin. Sentimen pelaku pasar yang memburuk setelah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global membuat rupiah tertekan.

Namun, pada hari ini Jumat (26/6/2020), mood investor berangkat membaik lagi, dan rupiah berpotensi kembali ke jalur penguatan. Membaiknya sentimen pelaku pasar terlihat dari penguatan bursa saham Eropa dan AS (Wall Street) Kamis kemarin. Menguatnya Wall Street, yang adalah kiblat bursa saham dunia, mengirim hawa positif ke pasar Asia hari ini.

Secara teknikal, rupiah dengan disimbolkan USD/IDR masih berada di dalam fase konsolidasi yang sudah berlaku selama tiga pekan. Fase konsolidasi semakin terlihat setelah di kausa pekan rupiah membentuk pola Doji.


Posisi pembukaan rekan dan penutupan pasar Senin (15/6/2020) sama di Rp 14. 050/US$, dan membentuk ekor ( tail ) yang dekat seimbang ke atas dan bawah. Secara teknikal, rupiah disebut membuat pola Doji, dan berarti pasar sedang ragu kemana arah pasar selanjutnya.

Terbukti, setelah membentuk Doji, rupiah rentang pergerakan rupiah tidak terlalu besar.

Sementara Selasa (23/6/2020), rupiah membentuk pola Gravestone Doji, dimana level pembukaan sama dengan penutupan, dan berada di low intraday. Secara psikologis, Gravestone Doji membuktikan pelaku pasar yang menjual dolar AS sedang mendominasi pasar.

Sehari setelah Gravestone Doji muncul, rupiah berhasil menguat, sebelum kembali terkoreksi kemarin. Meski demikian, potensi berlanjutnya penguatan masih lestari terjaga.

Diagram: Rupiah (USD/IDR) Harian
Menjepret: Refinitiv

Apalagi tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah mulai berkurang melihat indikator stochastic di grafik sudah keluar dari provinsi jenuh jual ( oversold ).

Stochastic merupakan leading indicator , atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic menyentuh wilayah oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik naik. Dalam hal ini, USD/IDR berpeluang naik, yang artinya dolar AS berpeluang menguat sesudah stochastic mencapai oversold .

Resisten (tahanan atas) terdekat berada di Rp 14. 150/US$, selama tertahan pada bawah level tersebut rupiah berpeluang menguat menuju level psikologis Rp 14. 000/US$.

Namun, jika resisten tersebut ditembus, rupiah berpeluang melemah menuju Rp 14. 300/US$.

Untuk masa lebih panjang, peluang rupiah ke Rp 13. 565/US$ yang merupakan Fibonnaci Retracement 100% masih terkuak, selama bertahan di bawah Rp 14. 730/US$ (Fibonnaci Retracement 61, 8%).

Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level lembah 24 Januari (Rp 13. 565/US$) lalu, hingga ke posisi tertinggi intraday 23 Maret (Rp 16. 620/US$).

TIM RISET CNBC  INDONESIA 

Saksikan video terkait di bawah ini:

(pap/pap)

Author Image
Carl Wood