Menyambut Idul Adha, Kurs Riyal Arab Saudi Akhirnya Naik Lagi

Menyambut Idul Adha, Kurs Riyal Arab Saudi Akhirnya Naik Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia –  Nilai tukar riyal Arab Saudi menguat melawan rupiah dalam perdagangan Kamis (30/7/2020), sehari menjumpai Hari Raya Idul Adha. Tersebut merupakan kali pertama kurs riyal naik melawan rupiah setelah menyurut dalam 7 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, kurs riyal hari ini menguat 0, 41% ke Rp 3. 874/SAR di pasar spot . Sementara dalam 7 hari perdagangan terakhir, total riyal melemah 1, 64%.

Pelemahan cukup tajam tersebut tentunya menimbulkan aksi ambil untung ( profit taking ) ke rupiah yang membuat nilainya melemah. Apalagi, “hantu” resesi kembali bergentayangan hari ini.


Setelah Jepang, Singapura dan Korea Selatan kini giliran Hong Kong. Masuk wilayah administratif China, PDB Hong Kong di kuartal II-2020 -9% year-on-year (YoY), sementara pada kuartal sebelumnya -9, 1% YoY.

Dari Asia bergeser ke Eropa, Jerman juga menjalani nasib yang sama. PDB dalam kuartal II-2020 dilaporkan -11, 7% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -2, 3 YoY. Motor penggerak ekonomi Eropa ini pun benar mengalami resesi.

Nusantara juga tak lepas dari rumor resesi, yang memberikan tekanan bagi rupiah. Pada Kamis (16/7/2020) Bank Dunia merilis laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020. Keterangan itu diberi judul The Long Road to Recovery.

Lembaga dengan berkantor pusat di Washington DC (Amerika Serikat) itu memperkirakan ekonomi Indonesia tidak tumbuh alias 0%. Namun Bank Dunia punya ringkasan kedua, yaitu ekonomi Indonesia menikmati kontraksi -2% pada 2020 bila resesi global ternyata lebih pada dan pembatasan sosial (social distancing ) domestik lebih ketat.

“Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut dalam kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia bertambah parah dari perkiraan sebelumnya, ” tulis laporan Bank Dunia.

Di saat yang cocok pada sore hari, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperpanjang pemisahan Sosial Berskala Besar (PSBB) pergantian selama 14 hari, akibat penyebaran kasus penyakit virus corona yang masih cukup tinggi.

Hari ini, Gubernur Anies kembali memperpanjang PSBB selama 2 pasar hingga 13 Agustus mendatang makin akan lebih ketat dari sebelumnya. PSSB transisi yang terus diperpanjang tersebut berisiko membuat pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih lambat serta lama.

Dengan demikian, separuh kuartal III-2020 masih terjadi PSBB transisi, artinya masih belum semua sektor ekonomi yang dibuka, maka ada risiko pertumbuhan ekonomi minus, seperti yang diramal sebab Bank Dunia. Maklum saja, DKI Jakarta berkontribusi sebesar 29% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional di tahun 2019.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(pap/pap)

Author Image
Carl Wood