Masukan Pinehill Tunggu OJK, Saham Duo Indofood Gimana?

Masukan Pinehill Tunggu OJK, Saham Duo Indofood Gimana?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten konsumer Grup Salim, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan induk usahanya PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF)  masih menguat dalam sepekan belakang perdagangan, kendati pada Jumat pasar lalu (17/7/2020) sama-saham ditutup terkoreksi.

Data perdagangan Pasar uang Efek Indonesia (BEI) Jumat berserakan (17/7) mencatat, saham ICBP ditutup minus 3, 13% di letak Rp 9. 275/saham, dan sepekan terakhir naik tipis 0, 54%.

Sebulan terakhir saham ICBP naik 3, 92% dengan kapitalisasi pasar Rp 108, 16 triliun. Investor asing sudah mendalam Rp 169, 43 miliar pada semua pasar di saham ICBP dalam sebulan terakhir.


Secara year to date atau tarikh berjalan, saham ICBP sempat menyentuh level tertinggi Rp 11. 750/saham pada 22 Januari, dan terendah pada 24 Maret ketika jatuh di level Rp 8. 300/saham.

Adapun harga saham induknya,   INDF,   juga minus 1, 13% pada Jumat lalu di letak Rp 6. 550/saham. Sepekan, saham INDF naik tipis 0, 77% dan sebulan terakhir minus 0, 38% dengan kapitalisasi pasar Rp 57, 51 triliun.

Investor asing masuk ke bagian INDF  di pasar reguler Rp 18 miliar sebulan terakhir. Dengan year to date , level tertinggi saham INDF yakni Rp 8. 250/saham dalam 21 Januari, dan terendah Rp 5. 050/saham pada 24 Maret lalu.

Riset PT RHB Sekuritas Indonesia pada 13 Februari 2020 sempat memproyeksikan bahan harga saham INDF di golongan Rp 8. 900/saham dengan sokongan sentimen akuisisi ICBP atas Pinehill. Namun sudah 5 bulan sampai, belum ada tanda-tanda saham INDF melonjak.

Bahkan dengan year to date , saham INDF masih kurang 17, 35% dan ICBP terkoreksi 16, 82%.

“Rekomendasi Beli [INDF], dengan bahan harga Rp 8. 900, naik 27% dengan estimasi proyeksi yield full year c. 4%. Mencuaikan anak perusahaan INDF, ICBP berencana mengakuisisi Pinehill, yang menjual tujuh, 4 miliar bungkus mie instan per tahun di pasar Arab dan Afrika, ” kata analis RHB, Michael Setjoadi, dalam risetnya kala itu.

“Kami menghargai [valuasi] Pinehill seharga P/S 2-2, 5 kali atau 20 kali P/E (dengan asumsi margin suci serupa dengan ICBP), ” katanya.

Rasio P/S ( price/sales ratio , ataupun rasio harga/penjualan) saham adalah parameter valuasi saham yang mirip secara P/E ( price earnings ratio ). P/S rasio mengukur harga saham perusahaan kepada penjualan tahunan. Seperti halnya P/E ratio, P/S ratio merefleksikan berapa banyak yang harus dibayarkan investor untuk setiap rupiah atau dolar dari hasil penjualan perusahaan.

Sementara P/E ratio dengan menghitung berdasarkan pembagian antara kehormatan saham dengan laba bersih. Semakin tinggi PE ratio maka semakin mahal valuasi suatu perusahaan & sebaliknya semakin rendah PE Ratio, semakin murah valuasi suatu perusahaan.

Riset RHB pada 26 Mei 2020, juga disampaikan Michael Setijoadi, membidik target makna ICBP Rp 10. 000/saham dengan rekomendasi Netral, turun dari sebelumnya Beli.

Akuisisi Indofood CBP atas Pinehill dinilai mempunyai valuasi seharga 38, 6 kali dari PE 2019 atau 40% harganya premium dibandingkan dengan perusahaan di sektor ini.

“Berpotensi dilusi ROE [ return on equity ] karena sebagian besar pendapatan tambahan konsolidasi dari Pinehill hendak dihilangkan, dengan biaya bunga yang dikeluarkan untuk membiayainya [biaya akuisisi, ” kata Michael Setijoadi.

“Setelah akuisisi, net gearing  [rasio utang]  ICBP akan mencapai 0, 8 kali, dengan potensi pembayaran dividen minimum. Risiko terbalik: OJK mungkin memerlukan pengesahan pemegang saham minoritas, yang mampu menghasilkan nilai akuisisi yang lebih rendah, ” jelasnya.

Indofood CBP  saat ini pada proses mengakuisisi penuh saham Pinehill Company Limited (PCL) yang dimiliki oleh Pinehill Corpora senilai US$ 2, 99 miliar atau sama Rp 41, 56 triliun (asumsi kurs Rp 13. 901/US$). Masukan ini memang tinggal selangkah sedang setelah perseroan mendapatkan restu lantaran First Pacific Company Limited.

Pemegang saham terbesar ICBP adalah Indofood Sukses Makmur, tengah First Pacific adalah entitas final pemegang saham dari ICBP.

Transaksi ini juga adalah transaksi afiliasi karena Pinehill Corpora terafiliasi dengan ICBP lantaran Anthoni Salim memiliki penyertaan saham secara tidak langsung sekitar 49% saham di Pinehill Corpora.

Gideon A Putro, Sekretaris Perusahaan ICBP, mengatakan First Pacific Company, induk perusahaan, telah memperoleh pengesahan dari pemegang saham independen dalam RUPSLB atau Special General Meeting (SGM) yang digelar di Hong Kong pada 17 Juli.

Dengan diperolehnya persetujuan itu, salah satu persyaratan awal program transaksi atas Pinehill telah terpenuhi. Namun demikian masih terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi sebelum perseroan menyelesaikan rencana transaksi. Pekan lalu, perseroan sudah menunda RUPSLB ICBP yang dijadwalkan pada 15 Juli, karena OJK meminta bunga informasi akuisisi.

“Perseroan masih mendapatkan tambahan permintaan penjelasan dari OJK terkait dengan program transaksi. Selanjutnya perseroan akan memberikan kembali informasi tanggal penyelenggaraan RUPSLB kepada pemegang saham, ” kata Gideon, dalam suratnya kepada BEI, Jumat (17/7/2020).

Pinehill Arabia Food Ltd Foto: Pinehill Arabia Food Ltd
Pinehill Arabia Food Ltd

Di Hong Kong, harga saham First Pacific pada Bursa Hong Kong juga ditutup minus 0, 65% di posisi 1, 55 dolar Hong Kong/saham pada Jumat pekan lalu, ataupun sekitar Rp 2. 957/saham (asumsi kurs Rp 1. 908/dolar HK). Bahkan dalam sepekan terakhir saham ini masih minus dibanding harga tertingginya pekan ini 1, 65 dolar Hong Kong/saham.

Dalam pengumuman di situs resminya, manajemen First Pacific mengungkapkan buatan pertemuan pemegang saham dalam lembaga SGM yang digelar di Jasmine hingga Stork Room, Lantai satu, Mandarin Oriental Hong Kong.

“Lebih dari 50% perkataan mendukung resolusi, resolusi [rencana akuisisi] ini dianggap sebagai resolusi biasa, ” kata Nancy L. M. Li, Sekretaris Kongsi First Pacific, dalam keterangan resmi, dilansir di situs resmi First Pacific, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya beberapa pemegang saham First Pacific mengemukakan kekhawatiran tentang makna akuisisi senilai US$ 3 miliar yang dibayar ICBP untuk Pinehill, mereka menilai valuasi itu sungguh-sungguh tinggi.

Hal ini pun didukung dengan dokumen valuasi Pinehill yang disampaikan manajemen Indofood CBP. Ternyata kadar pasar wajar untuk akuisisi saham tersebut lebih murah Rp 1, 81 triliun, tepatnya sebesar US$ 2, 86 miliar (Rp 39, 75 triliun). Artinya harga akuisisi tersebut di atas harga biasa alias lebih mahal.

Pertimbangan ini mengacu pada seluruh ekuitas Pinehill Company Limited pada 31 Desember 2019 sebesar Rp 39, 80 triliun.

“Dengan mempertimbangkan seluruh informasi dengan relevan dan kondisi pasar dengan berlaku, kami berpendapat bahwa kadar wajar atas 100% ekuitas PCL per tanggal 31 Desember 2019 adalah US$ 2, 86 miliar, ” tulis manajemen Indofood CBP, di BEI, Rabu (10/9/2020).

Perusahaan yang memproduksi perusak instan dengan merek dagang Indomie ini berencana melaksanakan dua kala transaksi pembelian saham, mengacu katalog yang disampaikan ICBP.

Pertama, pembelian saham Pinehill Corpora, yaitu sebanyak 70. 828. 180 saham yang merupakan 51% sejak total saham yang telah diterbitkan Pinehill Company dengan harga sebesar US$ 1, 52 miliar.

Selanjutnya, pembelian seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Steele Lake, yaitu sebanyak 68. 050. 408 saham atau 49% dari total saham yang telah diterbitkan oleh Pinehill Company.

Saksikan video terkait di kolong ini:

(tas/tas)

Author Image
Carl Wood