Masukan Mengejutkan, Pabrik-Pabrik Tekstil Banyak yang Mati

Masukan Mengejutkan, Pabrik-Pabrik Tekstil Banyak yang Mati

Jakarta, CNBC  Indonesia –   Kadar industri tekstil menjadi sorotan tercatat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia mengungkapkan saat tersebut banyak industri tekstil yang mati alias tak produksi di pusat pandemi.

Untuk tersebut perlu ada upaya rangsangan tepat ke pelaku usaha dengan menggelontorkan belanja pemerintah ke industri. Ridwan  Kamil mengusulkan adanya belanja khusus ke industri tekstil. Selama ini Jawa Barat jadi sentra bengkel industri tekstil dan produk tekstil.

“Kemarin itu tersedia ide Pak supaya manufaktur kita ini hidup mungkin pemerintah pula belanja di produk mereka yang tidak bisa ekspor. Contohnya tersedia yang mengusulkan Pak belanja serupa aja, memang terpakai  dan mampu menghidupkan tekstil-tekstil yang mati, atau belanja motor-motor produksi dari manufaktur, kita kirim ke desa-desa barangnya terpakai, belanjanya terjadi, manufakturnya tumbuh juga Pak di semester tersebut, ” kata pria yang natural disapa Kang Emil ini pada Posko Penanganan Covid-19 Jabar, Selasa (11/8/2020) di depan Presiden Jokowi.


Dia mengatakan skema belanja semacam tersebut akan konkret menjawab permasalahan ekonomi yang minus belakangan ini. Ini karena anggaran langsung masuk sak pelaku usaha.

Carik Jenderal Asosiasi Produsen Serat & Filament Indonesia, Redma Gita Wirawasta  mengungkapkan memang saat  ini industri tekstil sedang tertekan, penyebabnya tidak hanya lesu karena permintaan akibat pandemi  covid-19, tapi juga karena serbuan produk impor.

“Kemarin sempat buat produksi, akan tetapi tiba-tiba barang impor di pasar masuk banyak banget. Jadi begitu mau bikin order lagi, tempat stop lagi. Sekarang utilisasi sedang sekitar 40%, naik sedikit dibanding saat pandemi sekitar 30%. Padahal harusnya bisa 60%. Yang kemarin tutup  masih tutup, ada penerapan dua line tambah satu line. Tapi jadi nahan, nggak maksimal, ” kata Redma kepada  CNBC Indonesia,   Rabu (12/8).

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood