Maka Tsunami di India, Corona Varian Delta 60% Lebih Menular!

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Pemerintah Inggris mengatakan varian baru virus corona Delta yang sebelumnya disebut varian B. satu. 617. 2 menunjukkan 60% lebih mudah menular daripada varian lain yang tahu membuat negara tersebut mengabulkan lockdown pada Januari lulus.

“Penelitian baru dari Public Health England menunjukkan bahwa varian Delta dikaitkan dengan sekitar 60% peningkatan risiko penularan dipadankan dengan varian Alpha (B117) yang diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara, ” terang riset itu dikutip sejak AFP pada Jumat (11/6/2021).

Pertama kali muncul di India, varian Delta telah menyebabkan peningkatan kasus infeksi di Inggris. Ini juga memicu pertanyaan tentang pencabutan pembatasan jeda sosial akan sesuai rencana mulai 21 Juni ataupun tidak.


Di lembah peta jalan pemerintah, Inggris berencana untuk membatalkan aturan tentang jumlah di pertemuan sosial dan mengizinkan ijab kabul besar dan pembukaan kembali klub malam mulai 21 Juni.

Tatkala varian Kent menyebabkan lonjakan kasus Covid pada Januari. Ini juga yang membuahkan lockdown selama tiga kamar karena kapasitas banyak vila sakit membludak.

Sebagai tanggapan akan hal itu, pemerintah meningkatkan jalan vaksinasi publik, dengan menyerahkan dua dosis vaksin kepada hampir 29 juta karakter dewasa dan satu jumlah kepada hampir 41 juta orang.

Pemerintah mengatakan ini menyarankan rencana vaksinasi untuk mengurangi pengaruh varian Delta, mendesak asosiasi untuk mendapatkan suntikan kedua.

Jenny Harries, kepala eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan kalau “dua dosis memberikan perlindungan yang lebih signifikan” kepada varian Delta daripada satu dosis.

Kejadian harian naik menjadi 7. 393 kasus  pada Kamis dengan total 4. 542. 986 kasus infeksi sekitar ini. Menurut para gajah di Inggris, lebih dari 90% kasus baru adalah varian Delta. Sementara tersedia sebanyak 127. 867 janji akibat virus, korban terburuk di Eropa.

Namun jumlah pasien pada rumah sakit tetap hina, hanya lebih dari 1. 000. Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan sebagian tinggi pasien rawat inap belum memiliki vaksin.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood