Larangan Terbang Tak Semua Rute, Menyimak Pernyataan Kemenhub!

Larangan Terbang Tak Semua Rute, Menyimak Pernyataan Kemenhub!

Jakarta, CNBC Indonesia – Penasihat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto meluruskan informasi menghantam larangan penerbangan maskapai komersial. Dia menegaskan bahwa larangan itu tidak berlaku di semua rute.

“Tidak semua rute yang untuk pengangkutan penumpang mudik ditutup, ” kata Novie kepada CNBC Nusantara, Jumat (24/4/2020).

Dia menjelaskan, sesuai yang tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020, hanya rute-rute tertentu saja yang disetop. Acuannya adalah daerah asal/tujuan yang sudah berstatus Pembatasan Sosial Berskala Tumbuh (PSBB).



“Kita memasukkan PSBB. Kalau PSBB-nya sudah abang ya kita tidak boleh menyelap dan keluar. Ini khusus buat pesawat yang mengangkut untuk mudik, karena pelarangannya kan untuk pegangan. Tapi pesawat-pesawat kayak kargo, distribusi selain untuk mudik ya bisa, ” urainya.

Dalam urusan 19 regulasi ini, tertulis pembatasan sementara penggunaan transportasi udara ialah larangan kepada setiap warga negeri melakukan perjalanan di dalam kampung melalui bandar udara dari dan ke wilayah yang ditetapkan sebagai pembatasan sosial berskala besar dan/atau zona merah penyebaran Covid-19 tertib dengan menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi.

“Jadi gini, contoh saja. Yang [wilayah] hijau-hijau boleh. Misalnya dari Batam, Batam kan sedang hijau, ke Medan, Medan kan masih hijau juga. Ya bisa, ” imbuhnya Novie.

Novie kemarin sempat mengatakan kalau pelarangan ini berlaku secara nasional. Dia mengklarifikasi maksud ucapannya tersebut.

“Berlaku secara nasional itu kan maksudnya mengikuti PSBB-nya. Kita kan gak bisa datang sendiri. Pelarangan itu ada dasarnya antara regulasi satu dengan regulasi lainnya. Kalau PSBB-nya nambah lagi, berarti yang dilarang nambah teristimewa. Misalnya Medan, kalau Medan ditutup ya sudah nggak bisa, ” tandasnya.

Sebagai bahan, larangan ini dikecualikan terhadap sarana transportasi udara yang digunakan buat:
a. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan;
b. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi global di Indonesia;
c. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) yang melakukan pemulangan warga negeri indonesia maupun warga negara langka;
d. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat;
e. Operasional angkutan barang; dan
f. Operasional yang lain berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) aktif suara perihal keputusan pemerintah melarang perjalanan dalam negeri dan sungguh negeri, baik transportasi udara berjadwal maupun charter mulai hari ini. Menurut Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmaja, pada dasarnya, INACA mengikuti ketentuan pemerintah.

“Dari waktu pertama kali PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) juga kita coba mengikuti dan yang mengenai physical distancing juga jika kita jalanin. Kita sampaikan pada anggota INACA, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/4/2020) suangi.

“Dan sekarang ada ketentuan untuk berhenti penerbangan penumpang ya kita sifatnya mengikuti aja, ” lanjut Denon.

Kendati begitu, Ia memang berharap ada ruang waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri.

“Supaya jangan tersedia penerbangan-penerbangan yang mungkin baru menuju nggak sempet balik gitu membentuk banyak yang stranded gitu. Kira-kira kalau waktunya ada persiapan utama hari mungkin jauh lebih bisa well prepared gait. Kan itu ada masyarakat yang juga telah beli tiket dan sebagainya, tetap harus dipertimbangkan juga bagaimana pola refund-nya kepada masyarakat, ” cakap Denon.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/dru)


Info lainnya bisa dibaca Slot Online

Author Image
Carl Wood