Keterangan Jokowi Tak Ubah Kartu Prakerja Jadi BLT Murni

Keterangan Jokowi Tak Ubah Kartu Prakerja Jadi BLT Murni

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pihak mengkritik Kartu Prakerja  diluncurkan di saat yang tidak tepat dan menyarankan program itu dialihkan menjadi bantuan langsung tunai (BLT) murni. Lalu, apa kata pemerintah?

Deputi Bidang Penyerasian Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Mungil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin  mengungkapkan sedari awal Kartu Prakerja tidak disiapkan menjadi BLT.

“Kami tidak memiliki data-data terkait korban PHK (pemutusan hubungan kerja), dan orang yang dirumahkan seperti sekarang ini. Agak-agak kalau korban PHK kita mampu dapat dari [BPJS] Jamsostek tapi perlu berbulan-bulan, ” ujarnya dalam diskusi online, Rabu (29/4/2020).



“Kalau [data pekerja] dirumahkan, baru kali itu ada data orang dirumahkan datang sebanyak ini. Ini adalah awal kita yang baik, buat mendata bukan kelompok bansos manapun. ”

Asal tahu sekadar, Kartu Prakerja pada awalnya adalah program subsidi yang disiapkan pemerintah bagi angkatan tenaga kerja untuk mempersiapkan diri memenuhi tuntutan dunia kerja melalui pelatihan. Manfaat yang dijanjikannya Rp 5 juta.

Namun kini Kartu Prakerja berubah menjadi program semi bantuan sosial (bansos). Di mana mereka yang jadi peserta Kartu Prakerja diutamakan yang terdampak virus corona Covid-19. Peserta akan diberikan khasiat Rp 3, 55 juta. Rinciannya Rp 1 juta buat pelatihan dan sisanya buat bantuan tunai.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)

Author Image
Carl Wood