Keluh Kesah Jokowi Soal Korupsi had Birokrasi ‘Gemuk’

Keluh Kesah Jokowi Soal Korupsi had Birokrasi ‘Gemuk’

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahu kepada seluruh aparat hukum buat tidak memanfaatkan hukum di Indonesia yang dianggap tidak sinkron utama sama lain.

Situasi tersebut ditegaskan Jokowi saat menganjurkan pengarahan dalam acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip Kamis (27/8/2020).

“Tapi saya peringatkan sebagai penegak lembaga dan pengawas. Ini saya sudah sampaikan berkali-kali jangan pernah menunggangi hukum yang tidak sinkron ini, ” kata Jokowi.

“Yang belum cocok ini untuk menakut-nakutii eksekutif, buat menakut-nakuti pengusaha dan masyarakat. Penyalahgunaan regulasi untuk menakut-nakuti dan memeras inilah yang membahayakan pembangunan nasional, ” katanya.

Jokowi menegaskan bahwa aparat yang bermain ‘belakang’ akan secara langsung menjelma musuh negara. Pemerintah tidak bakal memberikan toleransi bagi aparat yang memanfaatkan sesuatu yang bukan haknya.

“Saya peringatkan alat penegak hukum dan pengawas dengan melakukan seperti itu adalah imbangan kita semua, musuh negara, aku tidak akan memberikan toleransi pada siapapun yang melakukan pelanggaran tersebut, ” jelasnya.


Jokowi lantas mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi di seluruh kementerian lembaga. Organisasi birokrasi pemerintahan era ini dianggap terlalu berjenjang serta tidak spesifik.

“Kedua reformasi birokasi harus terus kita lakukan, organisasi birokrasi yang terlalu banyak jenjang dan terlalu penuh divisi harus kita sederhanakan. Eselonisasi harus kita sederhanakan tanpa mengurangi pendapatan, ” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, rumitnya birokrasi faktanya telah membuat pelayanan pada masayrakat menjadi sulit. Tak cuma itu, birokrasi yang menggemuk pula pada akhirnya menghabiskan anggaran negeri.

“Terlalu banyak eselon akan semakin memperpanjang birokrasi, akan semakin memecah anggaran dalam unit-unit yang kecil dan sulit pengawasannya dan anggaran hanya habis buat hal-hal rutin saja, ” katanya.

Jokowi menginginkan peruntukan anggaran pemerintah ditujukkan untuk pembiayaan program strategis, dan relevan buat membawa lompatan bagi Indonesia untuk menjadi maju.

“Saya minta anggaran untuk membiayai yang strategis, yang relevan dengan hajat kita, yang menjawab kepentingan klub dan yang membawa lompatan pertambahan bagi negara, ” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)

Author Image
Carl Wood