Kejar Digitalisasi BUMN, MDI Ventures Fokus Pada 4 Zona

Jakarta, CNBC Indonesia   – MDI Ventures fokus menggali sinergi startup di empat sektor  untuk mempercepat transformasi digital bagi BUMN dan bujang usaha Telkom Group. Dengan begitu, BUMN ataupun budak usaha Telkom Group bisa melakukan percepatan digitalisasi serta memberikan nilai tambah bagi bisnis. Keempat sektor tersebut adalah kesehatan, financial technologi (fintech), agrikultur, dan pemasokan.

Pasalnya, transformasi digital menjadi sebuah keharusan bagi dunia usaha kala ini, terutama untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan kadar tambah. Hal ini pun berlaku bagi BUMN supaya tetap bisa bersaing & mengikuti perkembangan jalan

“Dengan program Next Billion Ecosystem (Next-BE), awak menggali potensi sinergi startup untuk mendukung digitalisasi BUMN utamanya di sektor Health care, fintech , agrikultur dan penyediaan. Lewat program ini MDI menjodohkan startup dengan BUMN terkait, ” kata COO & Portofolio Director MDI Ventures, Sandhy Widyasthana kepada CNBC Indonesia, Rabu (28/04/2021).


Dia menambahkan MDI telah melangsungkan penjodohan di bidang agrukultur, antara 12 BUMN serta 9 startup untuk melihat potensi sinergi. Dari pertemuan tersebut dihasilkan ada 21 potensi sinergi startup & BUMN di bidang agrikultur.

Dari potensi investasi US$ 500 juta yang dimiliki MDI, menurut Shandy bakal difokuskan pada empat zona tersebut. Dia mencontohkan buat sektor kesehatan, investasi difokuskan untuk startup yang terkait hospital management system atau  telemedicine yang berbasis Artificial Intelligent  (AI).

Kemudian dalam bidang pertanian, banyak alterasi digital yang bisa dikerjakan. Shandy mencontohkan terkait pendanaan petani dan nelayan, mengikuti yang bisa mengumpulkan hasil panen hingga biotech .

“Startup yang kami seleksi harus bisa mengubah, dengan jalan apa mendisrupsi bisnis di sektor kesehatan. Karena dalam jalan sinergi harus mendefinisikan hajat BUMN terkait dan teknologi yang bisa disiapkan oleh startup, ini sangat fleksibel tergantung kebutuhan BUMN” katanya.

Dia menambahkan sebagai corporate venture capital ada tugas tersendiri dengan diemban, yakni mencari sinergi value yang bisa mendatangkan nilai yang baik untuk perusahaan seperti efisiensi dan pendapatan. Untuk itu lazimnya MDI Ventures akan menunjuk startup yang pertumbuhan dengan histori pertumbuhannya baik, dan valuasi yang tinggi.

“Artinya investasi dengan lakukan bisa memberikan gain yang menarik, karena yang investasi kan mau mujur. Sekarang banyak start up di Indonesia yang bisa memberikan hal tersebut, oleh sebab itu saat ini kami punya pilihan investasi yang beraneka macam. Berbeda dengan 5 tahun lalu ketika MDI perdana kali berdiri, ” perkataan Shandy.

Selain itu, kolaborasi dengan startup juga bisa mempercepat digitalisasi dengan skala yang bertambah masif, efisien, dengan bea yang lebih rendah. Berbeda jika setiap BUMN mengabulkan transformasi digital sendiri karena biasanya membutuhkan waktu bertambah lama, padahal proses ini menurutnya harus dilakukan dengan cepat.

“Digitalisasi akan membantu BUMN bertambah cost efisien  tetapi ada perbedaan jika kita digitalisasi dengan bantuan startup, selain efisiensi biaya juga tepat dari SDM. Artinya BUMN terkait menyediakan SDM buat digitalisasi, dan kita bisa memitigasi risiko yang perlu dikeluarkan. Invetasi awal pun tidak perlu terlalu besar, sehingga kalau ada masalah kita bisa switch ke startup lain, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(rah/rah)

Author Image
Carl Wood