Gres Sehari Masuk Bursa, Saham Tersebut Meroket Gegara Bill Gates

Gres Sehari Masuk Bursa, Saham Tersebut Meroket Gegara Bill Gates

Jakarta, CNBC  Nusantara – ‘Perlombaan’ memperoleh vaksin virus corona (Covid-19) berperan menyetop pandemi  virus yang berasal dari Wuhan China ini tengah  memanas di laboratorium pada seluruh dunia.

Tidak hanya di laboratorium, di pura Wall Street AS, ‘perlombaan’ kendati terjadi. Saham  CureVac  BV, perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Jerman, dengan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation, juga meningkat lebih dari tiga kali ganda pada hari pertama perdagangannya keadaan Jumat kemarin (14/8/2020).

Perusahaan tercatat di Bursa Nasdaq dengan menawarkan harga penawaran ijmal saham perdana (initial public offering/IPO), di harga US$ 16/saham dengan jumlah saham baru yang dijual 13, 3 juta dan mengambil dana IPO  US$ 213, 3 juta atau setara dengan Rp 3, 2 triliun (kurs Rp 14. 800/US$).


Berdasarkan data perdagangan, saham pun melonjak hampir 250%, diperdagangkan sedikit di bawah US$ 56/saham, di penghujung hari. Pada penutupan perdagangan Jumat atau Sabtu cepat waktu Indonesia, CNBC  mencatat bagian berkode  CVAC  ini ditutup di level US$ 55, 90/saham ataupun meroket 249%.

Perusahaan, yang bersaing dengan perusahaan farmasi global di Wall Street seperti Moderna (MRNA), Novavax (NVAX), BioNTech (BNTX) dan Pfizer (PFE), serupa didukung oleh miliarder Dietmar Hopp, salah satu pendiri raksasa unit lunak Jerman SAP (SAP).

Hopp, dikutip CNN, disebutkan memiliki hampir setengah dari saham  CureVac. Pemerintah Jerman dan lupa pemimpin pasar farmasi Inggris, GlaxoSmithKline (GSK) juga memiliki andil tinggi atas perusahaan tersebut.

Bill & Melinda Gates Foundation, badan amal yang didirikan miliuner pendiri Microsoft (MSFT) dan istrinya, menginvestasikan US$ 40 juta ataupun Rp 592 miliar di kongsi tersebut pada tahun 2015.

CureVac baru-baru ini menyambut persetujuan dari pemerintah Jerman dan Belgia untuk memulai uji klinis salah satu vaksinnya untuk Covid-19.

Perusahaan mencatatkan pendapatan € 17, 4 juta atau US$ 20, 6 juta (Rp 305 miliar) pada tahun 2019, meningkat 35% dari tahun sebelumnya. Itu belum menguntungkan.

CureVac juga mempunyai nama besar lain dalam jadwal mitra yang diajak kerja sama. Perusahaan sedang mengerjakan proyek teknologi dengan raksasa mobil listrik Tesla (TSLA) yang didirikan Elon Musk.

Perusahaan sudah meneken perjanjian pengembangan dan kekayaan sastrawan dengan Tesla sejak November 2015, menurut peraturan yang diajukan ke otoritas pasar modal AS, Securities and Exchange Commission (SEC).

Musk, satu diantara orang terkaya di dunia, dalam cuitan dalam Twitter, bulan lalu mengatakan bahwa divisi Tesla di Jerman,   Grohmann  akan membantu membangun printer molekul untuk CureVac, “proyek sampingan” Tesla dengan perusahaan obat.

CureVac adalah salah utama dari beberapa bioteknologi yang selalu menarik perhatian pemerintahan Donald Trump. Perusahaan itu membantah laporan yang diterbitkan awal tahun ini bahwa Presiden Trump berusaha mendapatkan beberapa ilmuwan Jerman di perusahaan itu untuk datang ke Amerika Serikat demi  mengerjakan vaksin.

Hopp tidak menolak adanya  jalan perusahaan itu untuk bekerja lebih dekat dengan AS.

Dikutip CNN, dia mengatakan di Maret lalu, bahwa CureVac “berkomitmen melindungi semua orang dari infeksi corona dan meningkatkan terapi bagi pasien di seluruh dunia”.

Perseroan juga punya niat adalah untuk menciptakan “infrastruktur & proyek inovatif yang berkelanjutan di Jerman. ”

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)

Author Image
Carl Wood