Google Kecam Uni Eropa, Gegara Lebih Lunak ke Apple

Jakarta, CNBC Indonesia – Google milik Alphabet Inc mengkritik perlakuan regulator anti monopoli Uni Eropa (UE) yang dianggap lebih lunak kepada kompetitor itu, yaitu Apple Inc.

Google mengatakan kepada panel lima hakim di sidang di Pengadilan Umum, Luksemburg bahwa Android sudah menjadi kisah sukses besar persaingan di tempat kegiatan. Ini berbeda dengan milik Apple yang diklaim sungguh-sungguh merugikan penggunanya.

“Komisi menutup mata terhadap dinamika persaingan yang nyata dalam industri ini, jarang Apple dan Android, ” kata pengacara Google Matthew Pickford kepada pengadilan, dikutip dari Reuters, Senin (27/9/2021).


“Dengan mendefinisikan pasar terlalu picik dan mengecilkan batasan kuat yang dipaksakan oleh Apple yang sangat kuat, Premi telah keliru menemukan Om google menjadi dominan di pola operasi seluler dan toko aplikasi, padahal sebenarnya merupakan pengganggu pasar yang berpengaruh, ” tambahnya.

Pengacara komisi Nicholas Khan mengatakan menolak bersikap peroi kepada Apple karena bagian pasarnya yang kecil dipadankan dengan Android.

“Membawa Apple ke di dalam gambar tidak banyak mengubah banyak hal. Google dan Apple mengejar model yang berbeda, ” katanya pada pengadilan.

“Perilaku Google menolak peluang untuk kompetisi, ” katanya, mengutip perjanjian yang memaksa pembuat ponsel untuk menginstal Om google Search, browser Chrome, & toko aplikasi Google Play di perangkat Android itu, dan pembayaran untuk menginstal Google Search terlebih awal.

Android dengan gratis untuk digunakan, terlihat di sekitar 80% smartphone dunia. Kasus ini adalah yang paling penting dari tiga kasus Uni Eropa melawan Google karena gaya pasar Android. Google telah mengumpulkan lebih dari 8 miliar euro dalam dam antimonopoli Uni Eropa di dalam dekade terakhir.

Sebelumnya Komisi Eropa menghukum Google 4, 34 miliar euro atau Rp 72, 4 triliun (asumsi Rp 16. 600/euro) pada tahun 2018. Mereka mengatakan Google menggunakan sistem operasi Android sejak 2011 untuk menggagalkan saingannya dan memperkuat dominasinya dalam pencarian internet umum.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)

Author Image
Carl Wood