Formal! Kasus Aktif Covid-19 pada Indonesia Kalahkan India

Jakarta, CNBC Indonesia – Tsunami Covid-19 yang terjadi di dalam beberapa pekan terakhir mendirikan kasus aktif di Nusantara menembus 443. 473 penderita pada Rabu (14/7/2021).

Kasus aktif tersebut bertambah 35. 764 peristiwa dibandingkan kemarin, dan merupakan pertambahan tercepat sejak pandemi melanda Indonesia.

Alhasil, Indonesia naik ke peringkat 5 dunia dalam kasus aktif terbanyak. Indonesia mengalahkan India  yang tercatat memiliki 439. 814 kasus aktif.


Padahal, India merupakan satu diantara episentrum Covid-19 dunia dengan varian delta yang menjelma sumber ketakutan dunia pada saat ini.

Peristiwa aktif di Indonesia selalu semakin mendekati kasus rajin di Rusia yang tercatat 454. 241 pasien.

Kemajuan kasus aktif di Indonesia disebabkan oleh pertambahan peristiwa baru Covid-19 di Indonesia yang mencapai 54. 517 pasien dalam sehari. Secara jumlah tersebut, Indonesia balik memimpin pertambahan kasus baru di seluruh dunia, menggagalkan Inggris yang tercatat 42. 302 kasus dan India 36. 390 kasus. Walhasil, hingga hari ini total konfirmasi positif di Nusantara menembus 2, 67 juta.

Sementara itu, kasus kematian bertambah 991 orang sehingga total menjadi 69. 210 orang. Tersebut merupakan kasus kematian Covid-19 yang cukup tinggi dalam Indonesia dalam sehari.

Kabar baiknya, urusan kesembuhan bertambah 17. 762 orang dalam sehari. Totalnya ada 2, 157 juta pasien yang sembuh sejak Covid-19.

Epidemiolog Griffith University Dicky Bijaksana sebenarnya telah mengingatkan kalau Indonesia berpeluang menjadi episentrum Covid-19 dunia. Pasalnya, ketika sejak awal pandemi terjadi, ada tiga negara dengan berpotensi menjadi episentrum corona dunia karena memiliki penduduk yang padat yakni India, Brasil, dan Indonesia,

“Saat ini besar dari tiga negara itu masih menjadi episentrum & kasus kematian yang menjelma masalah. Indonesia bukan berarti sudah bebas, tapi malah bisa semakin besar kasusnya karena sinergitas pemerintah serta masyarakat. Dalam situasi harus menghadapi bersama-sama, tidak tersedia yang lebih dominan, ” kata Dicky, belum lama ini.

Dia menegaskan prgram pemerintah tidak akan berhasil jika tidak ada peran dari asosiasi, baik untuk 3T & menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Dicky mengungkapkan anjuran protokol kesehatan harus disertai regulasi yang mendukung.

“Misalnya anjuran menetapkan pergerakan masyarakat, tapi malah dipermudah pergerakan jadi membangun kontraproduktif. Indonesia kasusnya tak mirip kaya India memang tidak, hanya sedikit kemungkinannya, tapi kalau tidak ditangani serius bisa saja, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)

Author Image
Carl Wood