Doni Monardo Puji Anies Soal Pengetatan PSBB DKI, Mengapa?

Doni Monardo Puji Anies Soal Pengetatan PSBB DKI, Mengapa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Satuan Tugas Penanganan  Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memuji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pujian itu disampaikan Doni merespons keputusan Pemprov DKI Jakarta yang akan memperketat penyekatan sosial berskala besar (PSBB) berangkat Senin (14/9/2020).

“Kami memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Bapak Anies Taswedan yang telah bijaksana memilih opsi tetap kesehatan tubuh tetapi juga mempertimbangkan masyarakat yang memang memerlukan aktivitas sehari-hari untuk mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, ” ujarnya dalam talkshow yang disiarkan Youtube BNPB, Minggu (13/9/2020).

Menurut Doni, mulai awal, Pemprov DKI Jakarta belum pernah mencabut PSBB.

“Jadi, sepanjang waktu sampai dengan sekarang ini adalah ya PSBB. Dan PSBB ya PSBB. Nggak ada istilah lain selain PSBB, ” ujarnya.

Bekas Danpaspampres ini lantas mengemukakan, pada UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Wilayah, pemerintah hanya mengenal empat opsi. Mulai lantaran karantina rumah, karantina rumah lara, hingga karantina wilayah yang dikenal dengan sebutan lockdown.

Selama lockdown, menurut Doni, diwajibkan untuk memberikan makan dan keinginan dasar lainnya kepada masyarakat tercatat kepada hewan peliharaan. Pemerintah memutuskan tidak melakukan itu sehingga lebih memilih PSBB.

“Selama status kekarantinaan kesehatan ini sedang dalam koridor Peraturan Presiden Bagian 11 Tahun 2020 tanggal 13 Maret 2020, itu maka kita seluruhnya dalam kondisi harus taat kepada UU Nomor 6 Tarikh 2018. Jadi DKI sekali sedang tidak pernah mengubah status, tetap PSBB, ” kata Doni.

“Karena apa, sebelum ada keputusan yang diambil oleh bapak gubernur DKI, beliau juga konsultasi kepada saya. “Bagaimana kira-kira pendapat Pak Doni? ” Saya bilang “Pak gubernur statusnya masih merah, artinya merah itu adalah risiko tinggi, jadi tanpa dikendorkan”. ”

Bertambah lanjut, Doni mengungkapkan, lantaran statusnya sama, maka sekarang tinggal implementasi dari peraturan di lapangan. Buat PSBB jilid II, Anies membuat Peraturan Gubernur DKI Jakarta Cetakan 88 Tahun 2020 tentang Transformasi atas Pergub Nomor 33 Tarikh 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta yang ditetapkan Minggu (13/9/2020).

“Jadi kalau kemarin implementasi dari aturan itu cenderung agak dilonggarkan, nah sekarang kira diketatkan, tetapi ingat tidak tersedia perubahan status ya. PSBB sungguh PSBB, bukan karantina wilayah ataupun lockdown. Kalau karantina wilayah atau lockdown baru pelarangan, ” sekapur Doni.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)

Author Image
Carl Wood