Catat! 8 Faktor Ini Bikin Asing Kabur Rp 1, 4 T dan IHSG Rontok

Catat! 8 Faktor Ini Bikin Asing Kabur Rp 1, 4 T dan IHSG Rontok

Jakarta, CNBC Indonesia kepala I ndeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) di pe rdagangan pertama bulan Agustus, Senin kemarin (3/8/20) di tutup   turun ke zona merah dengan penurunan 2 , 78 % di level 5. 00 6 , 2 2 . Padahal indeks referensi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat melaju ke lapisan tertinggi harian 5. 157.

Data perdagangan BEI mencatat, investor asing menyelenggarakan aksi jual bersih sebanyak Rp 1, 44 triliun dalam pasar reguler dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 10, 93 triliun . Terpantau hanya 54 saham yang naik, 401 turun, dan sisanya 129 stagnan.

Saham yang paling banyak dilego langka kemarin  adalah PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA ) dengan jual bersih sebesar Rp 80 mil iar , PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang dilepas sebanyak Rp 268 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ( BBRI ) yang mencantumkan net sell sebesar Rp 5 93 miliar.


Sementara itu s aham yang paling banyak d ikoleksi asing adalah PT Indofood CBP Sukses Mampu Tbk ( ICBP ) dengan beli bersih sebesar Rp 39 mil iar dan PT M Cash Penyatuan Tbk (MCAS ) yang mencatatkan sarang buy sebesar Rp 6 miliar.

Terakhir kali IHSG jatuh sampai 4% dalam sehari terjadi pada Pada 23 Maret 2020 semrawut, di mana IHSG jatuh 4, 90%.

Kepala Riset PT Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy berpendapat, IHSG terkoreksi cukup dalam hari itu sebagai akumulasi dari beberapa hati negatif di pasar global, regional maupun domestik.

Pertama , mengenai wacana Presiden GANDAR Donald Trump yang akan memurukkan pemilu AS. “Ini dapat memajukan ketidakpastian politik global, ” katanya saat dihubungi CNBC Nusantara, Senin (3/8/2020).

Kedua , pembahasan stimulus lanjutan dengan masih alot di kongres GANDAR. Katalis negatif ketiga , selanjutnya adalah penyebaran Covid -19 yang terus bertambah di beberapa negara & memasuki gelombang kedua dan ketiga.

Menurut masukan John Hopkins University, hingga Senin, 3 Agustus, virus Corona tipe baru sudah menginfeksi 18, 09 juta orang di 188 negeri dan menewaskan 689. 000 orang. AS masih memimpin negara tertinggi dengan jumlah kasus positif sebesar 4, 66 juta.

Katalis keempat , kata Yanuar , pasar cukup tertekan akibat sentimen beberapa perusahaan yang sudah merilis kinerja keuangan di kuartal kedua. “Kinerja keuangan emiten domestik anjlok di kuartal dua, ” katanya.

Tengah itu, Equity Analyst PT Phillip Sekuritas, Anugerah Zamzami Nasr berpendapat soal katalis kelima yang menjadi tekanan IHSG. Tekanan IHSG   menurut dia lebih disebabkan oleh kekhawatiran hendak penurunan pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal kedua yang diperkirakan mau turun lebih dalam dari ekspektasi pasar.

RI akan mengumumkan data PDB kuartal II-2020 pada Rabu 5 Agustus 2020.   “Sehingga dikhawatirkan recovery akan lebih periode, apalagi PSBB transisi Jakarta diperpanjang lagi bersamaan dengan penambahan kasus harian juga di ibu kota, ” tandasnya .

Di sisi lain, Tim Riset CNBC  Indonesia, menentang katalis negatif keenam yang menjadi penekan IHSG  ialah resesi yang dialami negara-negara maju dalam dunia yang berimbas pada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi nasional.

Era bursa RI libur bertepatan dengan  Hari Raya Idul Adha, saat itu sejumlah data ekonomi global pun dirilis, salah satunya Pemerintah Jerman yang mengonfirmasi ekonomi Negeri Panzer ini mengalami resesi. Negara ini kembali mencatat pengurangan pada ekonominya di kuartal-II 2020. Secara tahunan (YoY) ekonomi Jerman, 11, 7% setelah sebelumnya dalam kuartal I 2020, ekonomi Jerman tercatat minus 2, 3%.

Selanjutnya ekonomi Amerika Serikat (AS) juga terkoreksi cukup di dalam pada kuartal II-2020 yang membuat AS resmi masuk ke jurang resesi.

PDB kampung Paman Sam tersebut anjlok minus 32, 9% pada periode April hingga Juni 2020 kemarin. Pada kuartal I-2020 PDB AS selalu telah terkontraksi minus 5%.

Dari dalam negeri, sentimen data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menjadi katalis negatif ketujuh .   Rilis data BPS  belum bersahabat dan menunjukkan bahwa Indonesia mengalami deflasi 0, 1% secara bulanan pada Juli 2020. Bahan ini memberi konfirmasi bahwa gaya beli dan konsumsi masyarakat medium bermasalah.

Dengan deflasi 0, 1%, maka inflasi tahun kalender 2020 belum menyentuh 1%, tepatnya 0, 98%. Sedangkan inflasi tahunan berada di 1, 54%, terendah sejak tahun 2000.

Sentimen kedelapan ialah lockdown   dari Manila, Filipina. Presiden Rodrigo Duterte memutuskan untuk kembali menerapkan karantina wilayah ( lockdown ) di Manila Raya dan provinsi-provinsi dalam sekitarnya seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan.

Itu dilakukan karena terjadi lonjakan kejadian virus corona ( Coronavirus Disease-2019 /Covid-19). Kini, total pasien positif corona di Filipina sudah lebih dari 100. 000 orang dan wilayah Manila menjadi zona merah.

Lockdown, yang di dalam istilah setempat disebut Modified Enhanced Community Quarantine (MECQ) , rencananya akan berlaku mematok 18 Agustus. Duterte memutuskan kembali menerapkan MECQ setelah mendapat desakan dari para petugas medis.

Pada Minggu, Filipina mencatatkan 5. 032 kasus corona baru sehingga total pasien positif corona menjadi 103. 185. Dari jumlah tersebut, 2. 059 orang wafat dunia.

Seperti dalam Filipina, perkembangan kasus corona di Indonesia pun mengkhawatirkan. Per 2 Agustus, jumlah pasien positif corona di Ibu Pertiwi adalah 111. 455 orang. Bertambah 1. 519 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Dalam 14 hari belakang (20 Juli-2 Agustus), rata-rata penderita baru di Indonesia bertambah satu, 83% per hari. Sementara pada Filipina adalah 3, 09% per hari.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)

Author Image
Carl Wood