AS Klaim Kirim Bomber ke China, Tanda Perang Dunia III?

AS Klaim Kirim Bomber ke China, Tanda Perang Dunia III?

Jakarta, CNBC Indonesia –   Konflik dua negara super, Amerika Serikat & China, makin memanas. Perang dagang, saling miring soal biang kerok penyebar virus, kini mulai aksi unjuk kekuatan militer.  

Amerika Serikat disebut-sebut mulai mengirim pesawat menyimpan bom ke Laut China Selatan, ini dilakukan untuk memberi lagu militer ke negeri tirai bambu.   Selama beberapa minggu terakhir kapal-kapal Angkatan Laut AS & pesawat pembom Angkatan Udara B-1 telah melakukan misi di kawasan tersebut.

Setelah masalah perang dagang, hubungan AS dan China kembali memanas setelah negeri yang dipimpin Donald Trump menduga China berupaya memanfaatkan pandemi virus corona (COVID-19) untuk memperluas lingkup pengaruhnya di kawasan itu.



Pada Rabu (13/5/2020), Laskar Pasifik Angkatan Laut AS mengutarakan semua kapal selamnya  berada di laut untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah-tengah pandemi COVID-19. Berbagai kesibukan AS itu bertujuan untuk mengirimkan pesan bahwa militer AS berarti untuk mempertahankan kehadiran di provinsi Laut China Selatan dan menyungguhkan sekutunya.

“Republik Rakyat China berusaha menggunakan fokus regional di dalam COVID-19 untuk secara tegas memajukan kepentingannya sendiri, ” kata Kapten Angkatan Laut AS dan Tukang Bicara Komando Indo-Pasifik militer AS Michael Kafka, kepada CNN International dalam sebuah pernyataan, Rabu.

Selain Kafka, komandan komando Global Strike Air Force Jenderal Timothy Ray, mengatakan militer GANDAR masih sangat siap untuk merespons tindakan China. Global Strike Cairan Force bertugas mengawasi pasukan bomber di Laut China Selatan.

“Kami memiliki kemampuan & kapasitas untuk memberikan tembakan jarak jauh di mana saja, surat saja dan dapat membawa gaya tembak yang luar biasa awut-awutan bahkan selama pandemi, ” cakap Ray.

Sebagai simpulan atas kehadiran AS, China pula telah memperkuat kehadirannya di medan. Militer negara itu telah kerap kali terlihat berpatroli di zona dan terus melakukan pembangunan, buat menegaskan klaimnya atas wilayah dengan didudukinya.

China juga secara rutin memprotes kegiatan Laskar Laut AS di wilayah itu, dan sering mengirim kapal ataupun pesawat terbang untuk membayangi kapal AS.

Bahkan, citra satelit telah menangkap gambar pesawat milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLANAF) China mendarat dalam salah satu pulau buatannya di Bahar China Selatan. Pesawat itu datang di Fiery Cross Reef, suatu wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Taat Jane’s International, sebuah kelompok intelijen pertahanan, penampakan itu bisa menjelma pertanda lebih lanjut bahwa Barisan Udara dan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China berangkat menggunakan pulau itu sebagai asas operasi.

Melihat peningkatan aktivitas China di kawasan, tukang bicara Pentagon Letnan Kolonel Dave Eastburn mengatakan bahwa apa yang dilakukan China merupakan hal dengan memprihatinkan. Apalagi hal itu dikerjakan di tengah ramainya wabah COVID-19.

“Kami prihatin secara meningkatnya, aktivitas oportunistik oleh Republik Rakyat China untuk memaksa negeri2 tetangganya dan menekan klaim maritimnya yang melanggar hukum di Laut China Selatan, sementara kawasan & dunia berfokus pada penanganan pandemi COVID-19, ” kata Eastburn.

Wilayah Laut China selatan merupakan lokasi strategis yang penting, yang menjadi rumah bagi kira-kira rute pengiriman tersibuk di negeri. Wilayah ini juga diyakini memiliki cadangan sumber daya alam serupa minyak dan gas yang melimpah.

Kawasan ini telah diperebutkan oleh banyak negara, tercatat China, Vietnam, Filipina, Malaysia, serta Taiwan.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)

Author Image
Carl Wood