30% Orang dari Luar Negeri Positif Covid Saat Karantina

Jakarta, CNBC Indonesia  porakporanda Demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 dari kasus impor (imported case) pelaku kunjungan luar negeri baik WNI dan WNA wajib melakukan karantina ketika memasuki Nusantara. Plt Kepala Pusat Bukti, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengucapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan tubuh ada 30% pelaku penjelajahan luar negeri yang meresap ternyata positif Covid-19.

“Kalau dia pasti ada tindakan treatment. kalau dia negatif tetap kudu karantina. Kemudian hari ketujuh wajib pCR, di jarang yang negatif di keadaan pertama, kami masih dapatkan total jumlah yang dikarantina 30% dari mereka ini positif, ” kata Abdul, Jumat (16/7/2021).

Artinya bagi yang pegari dengan surat negatif, mampu jadi belum terdeteksi pada tes pertama ataupun false negatif. Kemungkinan lainnya ialah tertular saat transit di bandara internasional, meski itu sebelumnya dinyatakan negatif.


“Ini yang harus dimengerti masyarakat kenapa harus dua kali PCR, kenapa kudu sekian hari, kita mampu bayangkan jika ada 10 ribu orang yang mendalam, kemudian ada 3. 000 orang yang positif. Kalau mereka bisa kembali ke daerah mereka dengan mendatangkan varian yang baru itu bayangkan yang terjadi lalu, ” katanya.

Koordinator Karantina Kesehatan, Kemenkes dr. Imran Prambudi mengatakan perbedaan waktu tes swab PCR pun bisa mempengaruhi hasilnya. Hal ini selalu terjadi ketika dilakukan tes pembanding dan memberikan buatan yang berbeda.

Dia menjelaskan perbedaan ini terjadi karena alatnya asing, reagen yang berbeda, hingga teknik pengambilan sampel.

“Karantina itu menetapkan, minimal masuk karantina harus 8 hari. Masyarakat harus tau ini merupakan konsekuensi bepergian luar negeri, tanpa sampai seolah aturan ini menjadi penghalang seseorang traveling. Semua negara di dunia melakukan hal yang sebanding, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]
(rah/rah)

Author Image
Carl Wood